Barito Utara,RM - PT. Nusa Persada Resources (NPR) kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya de...
Barito Utara,RM - PT. Nusa Persada Resources (NPR) kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya dengan menyalurkan dana tali asih PPKH 281 kepada warga Desa Karendan dan Desa Muara Pari, Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan tengah.
Penyaluran di Desa Karendan dilaksanakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kegiatan tersebut berlangsung tertib dan disaksikan langsung oleh Camat Lahei, unsur Tripika, Pemerintah Desa Karendan, BPD Karendan, serta seluruh warga penerima manfaat, selain itu melalui Koorinator penerima Tawani Napiah dan Matheus Rahman di Desa Karendan tali asih juga diberikan kepada para guru dan membantu membangun pelataran Gereja.
Sementara untuk Desa Muara Pari, penyaluran sudah mulai dilaksanakan. Kelompok 2 atas nama Parianto dan Hadriani sudah tersalurkan dan diterima langsung oleh penerima sesuai daftar yang telah disepakati dan ditandatangani serta menyerahkan bantuan bea siswa untuk anak-anak dari Desa Muara Pari yang melanjutkan sekolah di Muara Teweh, Tas sekolah untuk siswa siswi TK dan SD, AC untuk rumah Ibadah Mesjid dan Balai Basarah, Sembako untuk para Lansia serta Penerangan TPU di Desa Muara Pari, untuk kelompok lainnya di desa Muara Pari masih dalam tahap penyaluran.
Penegasan penting disampaikan, dana tali asih PPKH 281 ini adalah bentuk kepedulian dan pemberdayaan masyarakat, bukan ganti rugi lahan. Hal ini dikarenakan wilayah IUP PT. NPR berada dalam Kawasan Hutan Produksi yang merupakan kawasan negara, sehingga tidak ada istilah jual beli lahan.
Perwakilan PT. NPR, Arif Syubhan,S.Sos., mengatakan, "PT. Nusa Persada Resources hadir di sini bukan hanya sebagai perusahaan tambang, tapi sebagai tetangga yang peduli. Dana tali asih PPKH 281 ini adalah bentuk kepedulian dan pemberdayaan masyarakat PT. NPR kepada warga Desa Karendan dan Desa Muara Pari yang wilayahnya berada dalam IUP PT. NPR. "Perlu kami luruskan, dana ini bukan ganti rugi lahan. Karena lahan ini berada dalam Kawasan Hutan Produksi yang merupakan kawasan hutan negara. Jadi tidak ada istilah jual beli lahan. Yang kami berikan adalah bantuan pemberdayaan agar masyarakat bisa merasakan manfaat kehadiran perusahaan. "Penyaluran sudah kami lakukan secara terbuka, melalui daftar penerima yang disepakati bersama Pemerintah Desa. Kami berharap tidak ada lagi pihak-pihak di luar kedua desa yang memblokade atau memanfaatkan program ini untuk kepentingan yang bukan kepentingan masyarakat."
Camat Lahei, Anwar Hamidi,S.IP., menyampaikan apresiasinya, "Kami menyambut baik dan mengapresiasi terlaksananya kegiatan penyerahan tali asih dari PT. NPR kepada masyarakat Desa Karendan pada hari ini. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. "Sinergi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa sangat penting untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, program-program perusahaan diharapkan dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan. "Kami berharap PT. NPR dan seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Lahei dapat terus membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah dan masyarakat. Selain menjalankan kegiatan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku, perusahaan diharapkan terus berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kepedulian terhadap lingkungan.
"Kepada masyarakat penerima tali asih, kami berpesan agar bantuan ini dapat diterima dengan rasa syukur dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan. Kami juga berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat positif bagi keluarga serta semakin mempererat hubungan yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan."
Kepala Desa Karendan, Ricy, mengatakan, " Jadi untuk Desa Karendan ada mekanisme dan musyawarah sejak awal dan disepakati, bahkan diundang unsur Tripika Kecamatan Lahei pada waktu itu dalam Musyawarah Desa, sehingga disepakati beberapa hal sebagai berikut :
Yang pertama untuk masyarakat umum dalam kategori bukan pengelola kami anggarkan 10 % (persen), dari plafon awal 388,67 Ha.
Nah yang itu sudah terealisasi untuk seluruh warga masyarakat desa Karendan sudah diterima warga.
Selanjutnya ada mekanisme porsi 30 % (persen) dibagi dalam 2 (dua) kelompok pengelola semua tertuang dalam hasil musyawarah desa.
Dan dalam proses penyerahan kepada anggota kelompok masing - masing."
" Adapun yang selama ini beredar di medsos dan pemberitaan, hal itu kami anggap bagian dari orang yang merasa tidak puas dan tidak senang.
Bagi kami Pemerintah Desa Karendan, mekanisme memang benar - benar di jalankan sesuai dengan mekanisme yang ada.
Pertama sesuai dengan anjuran Pemerintah daerah melalui Camat bahwa mekanisme diatur sepenuhnya oleh Desa.
Kenapa Desa melalukan mekanisme dengan adanya porsi 10 % (persen), 30 % (persen) dan 20 % (persen) karena tidak bisa dihindari pihak Perusahaan maupun Pihak Pemerintah Desa melalukan pembayaran (penyaluran) tali asih tidak berdasarkan Surat - menyurat atau SKT apapun bentuknya karena berdasarkan Keputusan Pengadilan, baik tingkat PN (Pengadilan Negeri) maupun PT (Pengadilan Tinggi) bahwa lokasi IUP PT.NPR berada pada Kawasan Hutan Negara.
Tetapi PT.NPR selaku pemegang IUP Pertambangan dan konsesi, mempunyai niat baik.
Tidak menghilangkan kewajiban mereka dan tetap bertanggung jawab melalui mekanisme yang diatur dalam musyawarah yang telah dilaksanakan di tingkat Kecamatan maupun di tingkat Desa.
Sehingga terjadi penyaluran Dana tali Asih kepada warga masyarakat desa Karendan yang diserahkan secara terbuka di Balai Pertemuan Desa Karendan pada Hari Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kepada lebih kurang 250 KK yang sudah disalurkan dan sebagian masih ada yang belum tersalur karena keberadaan diluar desa Karendan dan kota Muara Teweh." Papar Rici.
Sementara itu di tempat yang sama,
Ketua BPD Karendan, Samlanor, mengatakan, " Mengenai Penyaluran Tali Asih ini kami dari warga desa Karendan pada umumnya dan sebagai BPD yang juga perwakilan masyarakat sangat berterima kasih kepada Pihak PT.NPR karena kami benar - benar merasakan langsung manfaat dari tali asih ini, yang langsung kepada masyarakat desa Karendan pada PPKH 281 ini, kami sebagai warga desa Karendan sangat berterima kasih atas perhatian pihak PT.NPR yang sudah perduli kepada masyarakat Karendan.
Warga desa Karendan tidak ada yang merasa keberatan dengan nilai tali asih yang sudah disalurkan kepada warga.
Apabila ada yang merasa keberatan atas pembagian tali asih yang langsung kepada semua warga Karendan, itu bukanlah warga masyarakat Karendan, bahkan diantaranya ada yang tidak kami kenal, begitulah intinya, " beber Samlanor.
Selama ini keperdulian PT.NPR saya rasa sudah sangat besar kepada kami, diantaranya bantuan HUT RI, bantuan Pengobatan Gratis bahkan sampai tali asih berbentuk uang tunai.
" Menurut pemantauan kami selalu BPD, warga desa Karendan baik sebelum dan sesudah penyaluran dana tali asih yang langsung kepada masyarakat, kami Pemdes dan BPD hanyalah mempasilitasi saja, semua berjalan lancar, suasana di desa aman dan kondusif, " ujar Samlanor.
Kepala Desa Muara Pari, Mukti Ali, menegaskan, "Saya sebagai Kepala Desa Muara Pari menegaskan, dana tali asih PPKH 281 dari PT. NPR sudah disalurkan kepada warga penerima manfaat sesuai daftar yang ada, yaitu warga desa Muara Pari.
"Saya sangat menyayangkan kalau ada tudingan bahwa saya menerima dana dari beberapa segmen PPKH,padahal itu tidak benar, data penerima dari beberapa segmen PPKH sudah jelas dan ada file yang tersimpan oleh pihak perusahaan.
"Saya berharap polemik ini berhenti. Yang menyerang saya ini justru bukan warga Muara Pari. Mari kita jaga desa kita. Kalau ada masalah, kita selesaikan lewat musyawarah desa, bukan lewat tudingan di luar."
Ketua BPD Muara Pari, Supriadi.N, menambahkan, "Sebagai Ketua BPD, kami sudah ikut mengawasi proses penyaluran ini. Daftarnya jelas, ada tanda tangannya, ada meterainya. Jadi kalau ada yang bilang dana belum tersalur, itu tidak sesuai fakta.
"BPD berdiri di tengah. Kami mengawasi Kepala Desa, tapi kami juga melindungi masyarakat dari informasi yang salah. Kami mengajak semua pihak untuk kembali ke mekanisme musyawarah. BPD siap memfasilitasi pertemuan terbuka jika memang masih ada yang merasa belum jelas. "Jangan sampai gara-gara isu yang tidak benar, program pemberdayaan dari perusahaan untuk warga kita jadi terhambat."
Perwakilan Masyarakat Desa Karendan, Bren, menyampaikan, "Kami warga Karendan mengucapkan terima kasih kepada PT. NPR. Dana tali asih ini sangat membantu kami. Penyalurannya kemarin tertib, disaksikan Camat, Kapolsek, Danramil, dan semua warga terima langsung. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan desa kami tetap aman."
Perwakilan Masyarakat Desa Muara Pari, Parianto, menyampaikan, "Kami sebagai warga asli Desa dan BPD melaksanakan musyawarah di desa."
Mengenai bentuk penyaluran dana tali asih tersebut disalurkan kepada anak yang berasal dari desa Muara Pari untuk melanjutkan sekolah di Muara Teweh, penerima beasiswa yaitu atas nama Ramadan dan Luna, bantuan Mesjid diserahkan kepada Bapak Rustam, Balai Basarah diserahkan kepada Bapak Karno Cipta, sembako untuk Lansia kepada Mawardi dan untuk tenaga pengajar di Desa Muara Pari diserahkan tingkat SD, Ibu Raya dan TK kepada Ibu Luciani," ujar Parianto warga Muara Pari.
Dengan tersalurkannya dana tali asih di kedua desa tersebut, PT. NPR berharap hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat. Dana tali asih ini diharapkan menjadi jembatan pemberdayaan, bukan pemicu konflik, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga masyarakat Desa Karendan dan Desa Muara Pari, bukan untuk kepentingan pihak luar.
(Tony/Tim)





COMMENTS